Posts mit dem Label Sprachwissenschaft werden angezeigt. Alle Posts anzeigen
Posts mit dem Label Sprachwissenschaft werden angezeigt. Alle Posts anzeigen

Samstag, 5. Januar 2013

Bahasa Jerman



Bahasa Jerman adalah anggota bahasa Germanik Barat yang dipakai sebagai bahasa pengantar terutama di kawasan Eropa Tengah. Bahasa ini adalah salah satu bahasa yang luas dipertuturkan di Eropa dan pernah menjadi bahasa pengantar antarbangsa yang penting sampai awal abad ke-20. Meskipun sekarang menurun kepentingannya, bahasa ini masih luas dipelajari karena banyak literatur klasik dunia yang ditulis menggunakan bahasa ini.
Dalam kontinuum variasi bahasa di Eropa Tengah bagian utara, "bahasa Jerman" adalah semua bahasa yang telah mengalami pergeseran bunyi Germanik kedua. Dengan demikian, ke dalam lingkup ini masuk berbagai bahasa yang dipakai di Jerman selatan, sehingga bahasa Jerman dikenal pula sebagai bahasa Jerman Hulu.
Fonologi
Bahasa Jerman mempunyai 26 fonem yaitu 21 huruf mati dan 5 huruf hidup. Di samping itu sistem tata bahasanya sederhana, di mana:
Sistem penulisan

Huruf besar
Huruf kecil
IPA
Huruf besar
Huruf kecil
IPA
A
a
/aː/
N
n
/ɛn/
B
b
/beː/
O
o
/oː/
C
c
/tseː/
P
p
/peː/
D
d
/deː/
Q
q
/kuː/
E
e
/eː/
R
r
/ɛr/
F
f
/ɛf/
S
s
/ɛs/
G
g
/geː/
T
t
/teː/
H
h
/haː/
U
u
/uː/
I
i
/iː/
V
v
/faʊ/
J
j
/jɔt/
W
w
/veː/
K
k
/kaː/
X
x
/ɪks/
L
l
/ɛl/
Y
y
/'ʏpsilɔn/
M
m
/ɛm/
Z
z
/tsɛt/
Diakritik
Bahasa Jerman memiliki tambahan alphabet yaitu:
1.     Umlaut
yaitu ä, ö, ü (dibaca panjang) [transliterasi ae, oe, ue]
2.     Ligatur
yaitu ß (dibaca "ss") [transliterasi ss]
Variasi
Bahasa Jerman bukanlah bahasa yang tunggal, melainkan bahasa dengan banyak variasi: mulai dari dialek tempatan (lokal, berdasarkan geografi penuturnya), dialek temporal (dikenal paling tidak tiga versi dialek temporal), hingga dialek sosial (berdasarkan kelompok sosial penuturnya). Bahasa Jerman Baku atau Standar, disebut Hochdeutsch ("Jerman Tinggi") atau Standarddeutsch, adalah bahasa yang diajarkan di sekolah dan kursusbahasa serta luas dipakai sebagai bahasa sastera, surat kabar, dan bahasa pengantar di berbagai kantor serta perguruan. Varian ini lahir sebagai usaha pembakuan atas bahasa Jerman Hulu (juga disebut Hochdeutsch, atau sekarang disebut pula Oberdeutsch) oleh Martin Luther pada abad ke-16. Meskipun standar, bahasa Jerman Baku memiliki variasi pelafalan karena pengaruh dialek tempatan.
Dalam kajian/linguistik bahasa Jerman, istilah "dialek" dipakai untuk menyebut variasi tempatan secara tradisional. Bagi mereka yang hanya terbiasa dengan bahasa Jerman Baku, beberapa dialek itu dapat dianggap bahasa tersendiri karena mereka tidak mampu lagi memahami. Variasi penuturan atau kosa kata dalam bahasa Jerman (Baku) yang bersifat tempatan disebut sebagai "varian" atau "variasi". Dialek bahasa Jerman Hulu sendiri beberapa di antaranya telah punah. Dialek-dialek yang masih hidup sampai sekarang adalah BrandenburgischNiederrheinischWestfälisch,OstfälischNordniedersächsischMecklenburgisch-VorpommerschLausitzisch-SüdmärkischOstpommerschMittelpommerschNiederpreußisch,MoselfränkischRheinfränkischNordhessischMittelhessischOsthessischThüringischObersächsischNordobersächsischSchlesisch,HochpreußischSchwäbischNiederalemannischMittelalemannischHochalemannischHöchstalemannischNordbairischMittelbairisch,Südbairisch dan RipuarischBahasa Yiddish dianggap sebagai bahasa tersendiri, terpisah dari bahasa Jerman.

Penyebaran penutur
Di Eropa Timur, bahasa ini merupakan bahasa asing kedua yang sangat luas dikenal. Beberapa daerah di Eropa Timur, zaman dahulu kala banyak dihuni oleh orang Jerman perantauan. Setelah Perang Dunia II sekitar 12-15 juta jiwa orang Jerman diusir dari Eropa Timur.
Di Perancis, bahasa ini dipertuturkan oleh sekitar dua juta jiwa penduduk negara ini, khususnya di daerah Alsace-Lorraine, tetapi tidak memiliki status bahasa resmi.
Di Amerika Serikat bahasa Jerman dialek Pfalz dipakai oleh orang-orang Amish. Di Patagonia (selatan Argentina) terdapat pula komunitas berbahasa Jerman. Namibia, sebagai satu-satunya bekas koloni Jerman di Afrika, juga menjadi tempat sisa-sisa komunitas berbahasa Jerman di Afrika.
Penulisan
Bahasa Jerman ditulis menggunakan aksara Latin. Sebagai tambahan dari ke-26 huruf yang ada terdapat tiga simbol untuk vokal dengan umlautäödan ü, ditambah Eszett atau "s tajam": ß. Eszett tidak dipakai di Swiss dan digantikan dengan s rangkap, "ss". Apabila alat penulisan tidak memiliki simbol-simbol tambahan tersebut, ä, ö, dan ü masing-masing dapat digantikan dengan "ae", "oe", dan "ue", serta ß digantikan dengan "ss" (sebagaimana digunakan di Swiss). Dalam kamus-kamus masa kini entri dengan umlaut diperlakukan sama dengan huruf induknya sedangkan dalam kamus lama biasanya ia diperlakukan seperti huruf induk yang diikuti dengan "e". Eszett menurut aturan pengejaan yang baru (diperkenalkan sejak 1996 dan berlaku efektif 2006, namun ditolak oleh beberapa surat kabar dan penerbit tertentu) hanya dipakai setelah vokal panjang dan diftong. Pada pengejaan sebelumnya, eszett lebih sering ditemukan dan tidak ada aturan jelas mengenai penggunaannya. Bentuk kapital bagi eszett telah diperkenalkan dan dipakai pada penulisan yang menggunakan huruf kapital sepenuhnya.
Di masa lalu, bahasa Jerman menggunakan versi khas huruf Latin yang dikenal sebagai tipe huruf fraktur tebal (bold) atau tipe huruf Schwabacher dan disertai dengan bentuk sambung yang bersesuaian (seperti Kurrent dan Sütterlin). Bentuk-bentuk ini jauh berbeda dengan bentuk Latin yang dikenal luas pada masa kini (seperti serif atau sans-serif) dan amat menyulitkan bagi orang yang tidak terlatih. Kaum Nazi bahkan menyarankan penggunaan tipe huruf fraktur dan schwabacher tetapi kemudian melarangnya pada tahun 1941 karena dianggap berbau Yahudi.

Penggunaan istilah-istilah Jerman dalam bahasa lain
Ada banyak istilah bahasa Jerman yang juga dipakai dalam bahasa-bahasa lain. Dalam bahasa Inggris istilah "Kindergarten" (taman kanak-kanak) berasal dari "Kindergarten". Orang Perancis menggunakan "leitmotiv" yang juga diambil dari bahasa Jerman.
Contoh lain adalah: "butterbrot" (roti mentega) dalam bahasa Rusia, "arubaito" (dari "Arbeit" - pekerjaan) dalam bahasa Jepang, "le waldsterben" (kematian hutan) dalam Bahasa Perancis, "besserwisser" (sok tahu) dalam bahasa Finlandia.

Tata Bahasa Tagmemik


Tata bahasa tagmemik dipelopori oleh Kenneth L. Pike, Bukunya yang terkenal adalah Linguage in Relation to a United Theory of The Structure of Human Behaviour (1954). Menurut aliran Ini, satuan dasar dari sintaksis adalah tagmem (bahasa Yunani yang berarti susunan). Tagmem adalah korelasi antara fungsi gramatikal atau slot dengan sekelompok bentuk-bentuk kata yang dapat saling dipertukarkan untuk mengisi slot tersebut.

Teori tagmemik pertama-tama dikembangkan oleh Kenneth L Pike, dan digunakan Summer Institute of Lingusitics (SIL) untuk pelatihan analisis bahasa. Kemudian dikembangkan oleh Longacre (1965); Cook (1969), (1971); Thomas (1986) di Indonesia teori ini dapat dilihat pada karya Ba’dulu dan Herman (2005).
Unit Analisis Tagmemik

Linguistik Strukturalis



A.     Linguistik Strukturalis

Linguistik strukturalis merupakan pendekatan dalam penyelidikan bahasa yang menganggap bahasa sebagai system yang bebas. Aliran ini berusaha mendeskripsikan suatu bahasa berdasarkan ciri atau sifat khas yang dimiliki oleh bahasa itu. Pandangan ini adalah sebagai akibat sebagai konsep-konsep baru terhadap bahasa dan studi bahasa yang di kemukakan oleh Bapak linguistik modern yaitu Ferdinand de Saussure(1857-1913). Pandangan-pandangan ini di buat dalam bukunya Course de Linguistique Generale (terbit pertama kali 1916 yang disusun oleh Charles Bally dan Albert Sechehay, terjemahannya dalam bahasa Indonesia terbit 1988). Berdasarkan catatan kuliah selama de Saussure memberi kuliah di Universitas Jenewa tahun 1906-1911.

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More